Rabu, 27 Oktober 2010

MASIH MENANGIS

dalam damainya sebuah kota
tempat manusia menetap
sibuk tapi tak sehiruk pikuk ibukota
ia menangis sendiri

dalam ramainya sebuah sekolah
tak pernah sepi oleh cita dan cinta
selalu indah dalam masa remaja
ia masih menangis sendiri

dalam megahnya sebuah istana
tak ada kehangatan keluarga
seorang diri tercabik disana
sekali lagi, ia masih menangis sendiri

karya : SN Zahra Ayu Prabaningrum

0 komentar:

Posting Komentar