dalam damainya sebuah kota
tempat manusia menetap
sibuk tapi tak sehiruk pikuk ibukota
ia menangis sendiri
dalam ramainya sebuah sekolah
tak pernah sepi oleh cita dan cinta
selalu indah dalam masa remaja
ia masih menangis sendiri
dalam megahnya sebuah istana
tak ada kehangatan keluarga
seorang diri tercabik disana
sekali lagi, ia masih menangis sendiri
karya : SN Zahra Ayu Prabaningrum

Label: puisi